Takbir Keliling

 

Nama  : Hafida Rochani

NIM    : A310200053

TAKBIR KELILING

 

Setelah melaksanakan ibadah puasa selama kurang lebih satu bulan, hari kemenangan umat Muslim pun ditunggu-tunggu, hari yang dinamakan dengan Hari Raya Idul Fitri. Ibuku sibuk mempersiapkan makanan dengan memasak rendang, dan aku bersama kakakku sibuk bersih-bersih rumah. Sebelum hari itu (Idul Fitri) tiba, yaitu tepat satu hari sebelumnya, tempatku di daerah Kemel, Kedunglengkong, Simo, Boyolali, Jawa Tengah biasanya mengadakan tradisi yaitu takbir keliling. Takbir keliling merupakan kegiatan mengelilingi kampung dengan mengumandangkan takbir secara bersama-sama pada malam lebaran. Takbir keliling biasanya dilakukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan kendaraan bermotor atau dengan jalan kaki.

            Di daerahku pada tahun-tahun sebelumnya, takbir keliling dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor. Namun, untuk tiga tahun belakangan ini, takbir keliling dilakukan dengan jalan kaki. Pada malam lebaran, di siang harinya para pemuda menyiapkan oncor sekitar 50 dan beberapa sound. Oncor yaitu sebuah bambu yang terdapat api di atasnya. Sedangkan sound diperlukan untuk pengeras suara saat mengumandangkan takbir. Sound ini diletakkan di halaman masjid dan di dalam mobil yang digunakan untuk mengiringi takbir keliling, nantinya mobil ini berada di barisan paling depan.

            Selain menyiapkan oncor dan sound, para warga Kemel menyiapkan doorprize. Doorprize adalah hadiah yang diberikan oleh pemegang kupon atau tiket yang beruntung. Sekitar 400-an kupon telah disiapkan oleh panitia (karang taruna). Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. Anggota karang taruna warga Kemel yaitu para pemuda-pemudi yang berusia di atas 14 tahun.

Gambar 1. Kupon Hadiah Takbir Keliling

Adanya doorprize saat takbir keliling sudah berjalan selama tiga tahun belakangan. Pada saat takbir keliling diadakan dengan jalan kaki, saat itu juga adanya doorprize. Doorprize tersebut berkumpul banyak berkat sumbangan dari para warga desa Kemel. Jeckpotnya adalah kompor dua tungku. Jeckpot adalah hadiah utama dari undian. Hadiah lainnya berupa payung, panci, wajan, baju, amplop berisi uang, botol minuman, termos, sandal, karpet, beras, keranjang, dan kipas angin.

Gambar 2. Doorprize Takbir Keliling

Takbir keliling dimeriahkan oleh para warga Kemel, mulai dari anak kecil hingga orang tua. Setiap orang yang mengikuti takbir keliling diberikan satu kupon, maka satu orang mendapatkan satu kupon. Setelah buka puasa yang terakhir, di masjid ada yang sudah mengumandangkan takbir, takbir ini dikumandangkan oleh salah satu orang yang berbuka puasa di masjid. Setelah melaksanakan kewajiban yaitu ibadah maghrib dan isya. Takbir keliling pun akan dimulai, beberapa warga telah berkumpul di halaman masjid Ja’mi Kemel. Tiba pukul 8 malam, para warga dirasa sudah berkumpul semuanya di masjid.

Panitia karang taruna sudah siap menyiapkan kupon untuk diberikan kepada warga. Dengan suara takbir dan ramainya warga yang berbincang-bincang, salah satu panitia memberikan informasi melalui mic (pengeras suara), “untuk semuanya diharapkan berkumpul di halaman masjid, dan baris untuk antri mendapatkan kupon”. Begitulah informasinya, sedangkan untuk panitia berada di depan pagar, jadi para warga melewati pagar yang hanya bisa dilewati oleh dua orang saja. Sehingga tidak ada yang mendapat kupon secara doble (lebih dari satu).

Setelah melewati pagar dan sudah mendapat kupon, sebagian warga diberi oncor yang sudah menyala dan berjejer mengikuti jalannya mobil. Mobil inilah yang mengumandangkan takbir. Takbir dikumandangkan oleh anak kecil dan orang dewasa, dengan memegang mic dan adanya sound maka takbir pun terdengar jelas. Setelah semua warga kebagian kupon dan mengikuti jalannya takbir, para panitia juga mengikuti takbir keliling pada baris yang paling belakang.

Beberapa menit pun telah berlalu, setelah mengelilingi desa Kemel, sebagian warga sudah ada yang sampai di masjid. Sesampainya dimasjid takbir keliling dimeriahkan juga dengan menyalakan mercon, mercon ini dibuat sendiri oleh para pemuda. Suara yang begitu keras mengagetkan para orang tua yang berada di masjid tidak jauh dari tempat menyalakan mercon tersebut.

Para warga berkumpul dihalaman masjid untuk mendengarkan pembacaan kupon. Kupon diacak dan dibacakan oleh panitia. Warga yang kuponnya beruntung dan mendapatkan doorprize pun sangat bahagia dan gembira akan keberutungannya itu. Satu persatu doorprize mulai berkurang. Setelah selesai membagikan kupon, warga bergegas pulang ke rumahnya masing-masing, tak cukup saat takbir keliling saja untuk mengumandangkan takbir. Beberapa orang tua dan anak kecil masih berada di masjid untuk mengumandangkan takbir secara bergantian sampai pagi, yaitu sampai dimulainya sholat Idul Fitri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAJU LEBARAN